Learning the past Managing the present Shaping the future

Kamis, 21 Juli 2016

Mengukir Cita Wujudkan Asa Bersama Xpedia



Perjalanan ini dimulai sekitar 22 Juli 2015 silam, kala itu aku dengan polosnya mengantre di kantor pelayanan SIM demi mendapatkan SIM C biar ga kena tilang-tilang lagi kayak Otong dan Pak Pol. Aku tiba pukul enam tepat namun nampaknya yang laen udah pada datang sebelum subuhan, buset rame amat nih tempat, udah aku bela-belain ga sarapan juga. Akhirnya setelah sekian lama bosan mengantre aku mulai penat, butuh seseorang minimal bisa diajak ngobrol, beruntung gerbangnya masih buka pukul delapan, yang artinya bisa kutunggu dengan mengobrol santai dengan seseorang yang sepertinya aku pernah kenal, “Mas, ngantri SIM juga tah?” tanyaku membuka percakapan, “Hmm, iya mas, ini mas juga?” jawabnya. “Iya, baru pertama ngurus ini jadi masih harus tes teorinya hehe” jawabku. Setelah cukup lama basa-basinya aku menanyakan tempat kuliah beliau, “BTEWE ini Mas masih kuliah tah?”, “Hmm, iya ini barusan lulus kemaren lewat jalur tulis kok” sahutnya. “Wah selamat ya mas, keterima dimana?”, kakak itu menjawab, “Alhamdulillah di STEI ITB mas”, (ini asumsi aku belom ngerti betapa gilanya STEI ITB itu, jadi respon ku agak biasa aja).
Kebetulan yang aku tahu hanyalah betapa hebatnya ITB itu beserta lulusan-lulusannya. “Wah keren mas bisa tembus ITB, dulu gimana caranya biar bisa lolos PTN keren gitu, pasti sampeyan sregep sinau ya?”, tanyaku. “Ya enggak juga se, dulu waktu SMA aku males-malesan, Nilai juga pas-pasan”, jawabnya. “Dulu samean SMA mana?, SMP mana?”, tanyaku penasaran karena rasanya pernah melihat wajah laki-laki ini. “aku dulu SMA 3, dulu SMP 1”, Aku langsung menyela, “Mas Habib tah ini?”, “Loh kok tahu?”, tanyanya heran. “Ya dulu sempat lihat Mas waktu di SMP di Ruang Tatib”. Oke setelah cukup lama temu kangen dan ngobrol hal-hal ampas penting, Mas Habib memberitahukan rahasianya bisa lolos SBMPTN, beliau membeli voucher dari Zenius dan secara intensif belajar dari sana, “wah, zenius apaan mas? Kayak bimbel gitu?” tanyaku. “Bukan bro, zenius tuh revolusi belajar dasyat, awakmu (kamu) bisa bener-bener ngerti konsep materi, nggak ngapal, bisa akses kapan aja dimana aja, pokoknya enak dah kalau belajar pakek zenius” Jawab Mas Habib. Seusai perbincangan panjang kami berdua menjalani tes SIM, namun sayang Mas Habib harus kembali bulan depan karena jatoh waktu tes praktek di belokan (ngakakk).
Aku pulang dan mencoba saran Mas Habib untuk belajar menggunakan Zenius, kucoba akses Zenius.net , kulihat banyak konten video yang berisi materi ringkas dengan suara tutor, eh tapi kok Cuma bisa video awal doang ya, ternyata biar full tuh harus beli premium. Gua penasaran sama video-video yang belum bisa diakses itu, kayaknya menarik. Akhirnya gua nyoba cari info di mana bisa beli voucher zenius tersebut. Ternyata bisa tuh dibeli di satu gerai alat tulis besar di kota ku, Awalnya aku Cuma bawa 400.000 soalnya mau beli voucher untuk satu tahun, waktu di sana mbak reseller nya njelasin banyak tentang manfaat dan kelebihan belajar dari zenius. Aku berpikir ulang untuk membeli satu paket Xpedia 2.0 dengan pertimbangan kualitas akses dan keterbatasan koneksi internet di rumah, yang tentu aku harus menambah biaya. Aku pulang di tengah hujan sore itu, berharap orang tua ku menyetujui untuk membeli Xpedia, setelah rundingan cukup lama dan merengek cukup menyentuh akhirnya aku menuai kesepakatan dengan orang tuaku, beliau akan membelikannya dengan syarat aku harus bisa membuktikan keberhasilan dengan produk yang ku beli itu.
Secercah tanggung jawab nampaknya harus kuemban demi suksesnya langkahku dengan tidak mengecewakan orang tua ku. Apalagi orang tuaku sudah pensiun dan tinggal menikmati sisa-sisa hari senjanya, berharap aku bisa membahagiakan keduanya sebelum tiada :’( , Setelah aku kembali berangkat untuk membeli paket Xpedia, aku segera membuka banyak konten di dalamnya. Aku suka dengan pendekatan dan metode belajar di zenius, fokus pada konsep, mudah di ingat dan diaplikasikan, dan tentu bisa diakses kapan dan dimana ajah. Awalnya aku membuka konten zenius learning guide, disitulah awal kali aku dengar suara Bang Sabda yang kharismatik dan teriang-iang sampai detik ini.
Kubuka tips2 belajar mulai awal sampek akhir, bener-bener luar biasa. Di awal-awal konten aku mulai paham bahwa metode belajarku selama ini salah total dan wajib berubah, selama ini aku banyak ngapal materi, rumus, cara cepat bikin contekan dll. Waktu Bang Sabda bilang bahwa cara belajar yang benar dengan pendekatan konsep, pemahaman menyeluruh dll, rasanya aku ngerasa udah telat belajar sejak bulan bulan ini, dikarenakan metode pemahaman yang kuat tentu harus dengan latihan terus-menerus dan konsisten. Aku coba buka video tentang learning guide bagian konsep diri ( https://www.zenius.net/c/382/self-concept ), Thanks bang, INI BENER2 WORKING BANG!! ,yang ternyata semua ini tergantung sama diriku sendiri menganggap diri ini kayak gimana, banyak contoh2nya mulai anak yang dibilang bodoh, dodol dsb. Terus-terusan sama anak yang selalu disupport, walau sebenernya anak yang dodol itu aslinya pinter karena dibilang dodol terus2an dan akhirnya dia ngerasa bahwa dirinya emang dodol, imbasnya, ya akhirnya dodol beneran. Sedikit contoh itu akirnya gua ngerasa bahwa hebat nggaknya gua tergantung gimana cara gua ngenilai diri sendiri, mulai mensugesti diri, menyoraki diri sendiri, menganggap diri pasti hebat, pasti bisa dll.
Selain prinsip konsep diri (self concept), hal yang menurut gue ngaruh banget sampek saat ini adalah waktu Bang Sabda njelasin tentang ilmu time management (baca : https://www.zenius.net/c/390/time-management )  aku bener2 ngerasain manfaatnya mulai menilai skala kegiatan yang sekiranya urgent dan penting, mengklassifikasikannya, sampai menilai perilaku benar dan salah yang bener2 ngaruh sama kegiatan ku sehari-hari, misal kayak prisip awal pencapaian target yang dicanangkan, oke sejak kelas 11 aku memang punya mimpi bisa masuk ke ITB, tapi aku juga sadar kalo masuk situ ga segampang nyari upil pakek kelingking. Masak iya udah gaada jalur mandiri, kuota dikit, passing grade aduhai pula. Sejak data-data itu berterbangan di mimpiku aku jadi takut milih ITB. Tapi Bang Sabda bilang kalo gaada yang gamungkin kalo lo mau berusaha, ya setidaknya Tuhan menyeru kita untuk mencoba , tanpa mencoba peluang akan menjadi nol. Dan asal kita mau konsisten dengan prinsip belajar yang bener gaada yang ga mungkin dah buat kita ngerjain dan lolos SBMPTN. Naaah dari sini gue terapin deh tuh konsep target, kalo gue udah nargetin bisa tembus ITB, ya maka sementara target belom tercapai ya sebisa mungkin hilangkan variabel-variabel yang tidak ada hubungannya dengan cita-cita tersebut, akhirnya sejak saaat itu aku bener-bener selektif ikut kegiatan, jarang banget aku maen sama temen-temen, HP gua sengaja kutitipin orang tua biar bisa fokus belajar, dan hal-hal yang bisanya cuma bikin baper, envy dan bete sebisa mungkin gua lupain, walau emang gua fakir asmara yang kronis.
Bagian yang paling memotivasi tuh dari video zenius yang tentang finding goal and motivation ( https://www.zenius.net/c/381/goals-and-motivation ), hal yang paling ku inget tuh yang waktu Bang Sabda nyoba “ngancem” para muridnya kalo mereka nggak niat belajar ato males-malesan belajar, pasti bakal kalah sama yang udah belajar sejak dari bulan-bulan lalu bahkan tahun lalu, sedangakan aku sendiri masih mengikuti program zenius bulan Agustus (9 Bulan sebelum SBMPTN), dan banyak kesibukan laen kayak try out, ujian praktik, Uas, Unas dll. Namun tetap berdasar prinsip pencanangan target, apa yang kucitakan adalah ITB, so aku harus menemukan metode supaya bisa lolos kesana dong, dengan asumsi nilai rapor ku yang pas-pas an bakal susah banget kayaknya kalo lewat jalur undangan, allhasil karena ITB gaada mandiri, aku harus berjuang mati-matian di SBMPTN. Dan,, Bang Sabda bilang “Pokoknya Gua Ga Mau Denger Lo Nyesel......, Bayangin Ntar Sekitar bulan juni lu lihat di koran ato internet pengumuman PTN dan tulisannya, ‘Maaf, anda dinyatakan tidak lolos’, inget tuh kejadiannya”, sejak gue ngebayangin hal itu aku bener2 takut, eh tapi katanya takut juga bagus buat motivasi loh, bahkan bisa jadi sumber motivasi yang terbesar dari ketakutan itu sendiri.
Lanjut terus, di bagian selanjutnya adalah waktu Bang Sabda nerangin gimana cara supaya kita bisa mencintai belajar (https://www.zenius.net/c/386/important-thinking-tools), dari yang awalnya males-malesan, belajar asal-asalan , ato belajar tapi karena terpaksa. Akhirnya ku terjang habis dengan kesadaran pentingnya belajar dan entar di masa depan yang justru dibutuhkan adalah gimana skill2 dasar kita bisa diaplikasikan dengan baik, seperti berpikir dengan benar, kreatif, inovatif, solutif dll. Dari situ lah merembet ke saran dari Bang Sabda untuk memilih jurusan yang mendasar2 seperti Mipa murni, filsafat, atau planologi. Toh kalau misal kita ingin menambah keahlian spesifik bisa kok mengambil kuliah ekstra, atau kursus-kursus tertentu. Setelah aku pikir secara matang-matang dengan menyesuaikan bakat, minat dan kepribadian ku. Sejak kecil emang aku suka menggambar, dan mengabstraksi. Emang dulu cita2 waktu TK maunya jadi astronot, Waktu SD berubah pikiran jadi arsitek, SMP-SMA jadi PNS golongan 3 dan banyak laennya. Aku liat di ITB jurusan yang paling cocok buat aku tuh SAPPK (Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan), disamping ada teknik arsitektur yang menjadi inceran utama, seenggak-enggaknya kalo merosot masih ke jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota yang mana aku juga passion disitu. Okke fix jadi lah sebuah target dan proyek besar sekaligus misi yang harus kuemban demi bisa bisa merealisasikan cita-cita. Mulai menulis “SAPPK ITB 16” di banyak media yang kutemui, daftar passing grade hingga stalking akun ITB, koleksi foto2nya hingga ikut seminar dari para alumni ITB, dan tentu berdoa tiap hari pada Tuhan semoga pengorbananku tidak sia-sia.
Banyak saran-saran dari zenius yang kuterapkan dan ternyata bener-bener working, seperti dari ceritanya Bang Sabda yang dia dulu nya dianggep dodol sama gurunya, terus akhirnya balas dendam sampek akhirnya bisa tembus STEI ITB, dari yag dulunya IQ pas-pas an jadi bisa ditingkatin sampek 600 an, gua kaget banget. Waktu lagi butuh ide sama inspirasi beliau beli minyak ikan yang akhirnya gua ikut2an beli di apotek terdekat, dan ternyata ngefek bero, aku minum dua butir dan gabisa tidur, walau emang banyak ide dan inspirasi yang bisa terpikirkan. Nah sejak saat itulah aku tiap hari rutin mengkonsumsi sebutir pil minyak ikan sajaa.
Tantangan belajar zenius tuh elu harus bener2 ekstra sabar, soalnya dari sini kita istilahnya belajar mulai dari awal, dari yang dulunya belajar dengan pendekatan tekstual hapalan jadi anak yang belajar secara holistik dan kontekstual. Jadi dengan sistem ulangan blok dan tipe-tipe soal yang biasa dilakukan saat ujian berlangsung , awalnya aku tidak terbiasa dengan metode baru dengan zenius itu. Bayangin aja, sehari sebuah kelas dapet ulangan, besoknya satu angkatan udah tau soalnya. Temen2 laen pada bingung cari contekan dan bocoran, cari tempat duduk belakang dll. Terus aku inget kalo hasil belajar lo bakal sia-sia kan kalo lo ngelakuin hal-hal kotor kayak gini, alhasil bisa ditebak nilai ku hancur-hancur di awal2 semester sampek pertengahan akhir. Aku mulai frustasi dan stress, mulai mikir nih metode bang zen beneran bisa diterapin ga sih, kalo dari hasil survey2 dan pengalaman tahun2 lalu, dari zenius blog dan cerita tutor2 zenius banyak kejadian yang emang awal prosesnya kayak aku gini. Ibarat bersepeda, langkah paling berat adalah ketika kayuhan yang pertama, selanjutnya bisa lebih enteng kan. Dari yang awalnya bener-bener terseok-seok di awal, tapi asal dengan cara memahami yang benar, dan konsep yang mateng akhirnya masih bisa ngikutin juga aku ngerjain UAS semester 5 rasanya lancar jaya, karena soal UAS ga mungkin bocor kan?, jadi waktu temen-temen kesusahan buat ngerjain, dengan bekal penguasaan konsep dan tips2 zenius akhirnya UAS ku bener-bener lancar.
Awal semester enam benar-benar menjadi tantangan berat buatku, banyak agenda dan kegiatan yang harus aku lakukan di samping mengutamakan target utama sebagai salah satu dari ribuan pejuang ITB yang tanpa letih berjuang, tak kenal siang malam, tak peduli panas hujan menghadang, puasa atau berbuka demi tujuan mulia mencari PTN yang terbaik~, wetseh malah nyanyi. Jadi cerinya bener2 padet banget mulai uprak, ujian tulis sekolah, try out, intensif unas, hingga unas itu sendiri. Karena aku sadar kalo tahun ini UN ga dibikin syarat kelulusan, dan yang terpenting adalah, sekolah ga bakal tanggung jawab kalo lo ga lolos ke PT, mereka Cuma peduli kalo UN kita jeblok karena ngaruhi akreditasi sekolah kan.
Dari kesadaran itu porsi belajarku pun tetap terjaga mulai yang awalnya ikut-ikutan teman-teman untuk belajar UN yang kualitas soalnya 1/5 soal SBMPTN, jadi tetap mempertimbangkan untuk belajar soal-soal SBMPTN yang susahnya minta ampun badai. Karena emang gitu sistemnya namanya UN kan sifatnya Evaluasi, jadi ga salah kalo soalnya gampang dan kita bisa dengan waktu yang diberikan mengerjakan hampir seluruh soal. Lah tapi kalok SBMPTN kan beda, namanya juga Seleksi, jadi emang sistemnya sengaja mbikin kita supaya tangguh ngerjain soal-soal sesulit itu dengan waktu sesingkat-singkatnya. Upaya kerasku dimulai lagi, mulai dari nyicil-nyicil ngejar ketertinggalan materi yang dulu gua ga bisa waktu ngikuti pelajaran (kayak pelajaran fisika gelombang, matematika trigonometri, dll) sampek nyicil buat latihan soal SBMPTN yang mungkin sehari cuma  ngerjain 1 soal aja, itupun sering salah, sampai menjelang UNAS tiba bisa lumayanlah bisa sampek 3 soal dengan komposisi random bisa kukerjakan. Waktu UNAS berlangsung tuh rasanya kayak bukan UNAS sob, soalnya banyak banget bocoran yang beredar di seluruh penjuru kota. Karena sekolahku menggunakan sistem CBT dengan jangka waktu enam hari pengerjaan, sedangkan masih banyak sekolah lain yang menggunakan soal PBT namun hanya daam waktu tiga hari, Dan parahnya rata-rata temen-temen gua pada bingung nyari bocoran dan banyak dari mereka lancar ngerjainnya. Kalau aku ikut-ikutan kayak mereka berarti aku mengkhianati perjuanganku selama ini dong, apa gunanya dulu emak beliin xpedia kalau bingung cari bocoran soal kayak gini. Daan bisa ditebak hasil UN gua kayak apa tong, so pasti lebih rendah dari rata-rata keseluruhan temen-temen yang hampir semua pakek bocoran, remek (hancur) lah pokok e (tapi hampir semua emnag bilang UN taun ini susah2 kok, rata2 nasional juga turun drastis).
Okelah sekarang unas udah berlalu, seperti biasa aku langsung ngacir ke rumah demi bisa ketemuan sama xpedia kesayangan ku. Sebenarnya aku juga diikutkan orang tuaku untuk mengikuti sebuah LBB, namun aku merasa kurang pas dengan metodenya, sehingga agak malas-malasan bila berangkat untuk les, mending aku belajar via zenius yang bisa di pause-pause dan review sepuasnya. Tapi karena orang tua udah ngasih kan gak enak kalau aku males-malesan dan bolosan. Akhirnya “terpaksa” aku ikut bimbel yang menurutku monoton dan membosankan itu.
Hampir setiap kertas yang kutemui selalu kutulis target SAPPK 16, sampek baju dan celana training, yang akhirnya waktu aku keluar orang-orang liat tulisannya “SAPPK ITB 16” ya ga tau malu emang ya gua..., pakek spidol merah lagi. Yah, semua demi terwujudnya cita-cita besar itu. Pasca UNAS bener-bener agenda ku powerfull attack for glory , bangun tidur jam tiga, solat malam biar tetep ada suntikan emosional dan spiritual, ga lupa minum sebutir pil “steroid” minyak ikan . Ada juga tuh video2 yang memotivasi biar bisa lolos ITB dengan lihat2 video ospeknya, proses kuliahannya disana kayak apa dll, kebetulah nemu juga nih artikel yang bisa bikin kehidupan di sana terabstraksikan (lihat nih : https://www.zenius.net/blog/5541/kuliah-di-itb-institut-teknologi-bandung ). Habis gitu langsung buka soal2 kapita selekta zenius dijadwal biar merata, misal hari senin : matdas, tpa, fis, bio. Lengkap deh sama jam belajarnya biar teratur dan terkurikulum. Bikin grafik perkembangan nya misal sehari bisa ngerjain berapa soal, presentase kebenaran, jumlah soal terjawab salah dll. Berangkat ke LBB jam 9 pagi pulang jam 12, istirahat , habis asar review materi-materi dulu baru ngerjain soalnya sampek tidur jam 10 an biar tubuh tetap segar. Jadi inget pesennya Bang Sabda waktu itu yang bilang kalau lu mau lebih sehat, usahain jam set 12 sampek jam 2 malam lu udah tidur, soalnya di jam-jam itulah sel-sel darah merah kita ngerombak dan protein memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Gitu terooos sampek gua bener-bener nemuin kalimat “Selamat, Anda dinyatakan lolos SAPPK ITB”, sebelum itu gua sengaja ngevonis diriku sendiri biar ga ngerasain kenikmatan2 dunia dulu sebelum target tersebut tercapai (baca : sumpah ganesha).
Memang susah banget awalnya buat konsisten, kita juga manusia tentunya punya kebutuhan fisik, biologis, psikologis yang tentu harus dipenuhi. Karena aku bukan robot yang hanya menjalankan perintah tanpa sebab dan bisa bekerja terus-terusan tanpa henti. Sehingga jadwal yang aku rencanakan terkadang terdelay dan terbengkalai. Aku sering merasa kecapek an, serasa terjadi penimbunan pembuluh darah di kepala bagian belakang. Oke karena takut collapse aku pun tetap menjaga kesadaran dengan mengimbangi dengan istirahat yang cukup, setelah bangun rasanya lumayan mendingan. Namun aku sadar semua rasa capek itu akan terbayar setelah aku resmi di-terima di Istitut Terbaik Bangsa Teknologi Bandung .
Kemudian, yang namanya kita berproses tentu tak lengkap bila kita tidak melakukan “gladhi” SBMPTN, pasca UNAS pada rame banget tuh acara-acara semacam Try Out SBMPTN yang diselenggarain oleh berbagai PT di wilayahku, hampir tiap minggu bahkan. Untunglah setiap konten video dari xpedia maupun zenius.net selalu diselingi dengan motivasi-motivasi dan kata-kata kharismatik serta terkadang jokes yang ga garing sehingga rasanya belajar dari zenius gak mbosankan. Bang zen bilang kalau emang kita ingin cepet bisa berenang solusinya ya langsung terjun ke airnya, (Baca juga nih : https://www.zenius.net/blog/5726/kesalahan-gagal-masuk-universitas-kampus-ptn-sbmptn-snmptn ) blog yang banyak ngehasilin inspirasi buat ku. Jangan melulu teori teruuszz, alhasil gua rutin ngikutin kegiatan-kegiatan Try Out seperti itu dan lumayan emang efeknya. Kita jadi ngerti gimana rasanya langsung nyemplung di medan perang, ngerasain aroma persaingan yang nyata, bentuk soal, sistem penilaian, pengerjaan dan pengawasan. Nah, karena try out ini diselenggarainnya setiap minggu jadi aku bisa ngukur progress pencapaian prosesku menuju tanggal 31 Mei 2016. Try out pertama okelah gapapa masih 32% an, kedua naik dikit jadi 35% dst. Pernah coy waktu di Try Out bimbel aku tembus 60% an, jadi tumbuh percaya diri yang tinggi deh. Tapi ya gitu kan target PG ku 50%an, coz dari sumber-sumber internet PG jurusanku di ITB beda2 tiap sumber, ada yang ngatain 52%, ada yang 47%, yah setidaknya kita harus mematok nilai setinggi mungkin lah ya.
Oh ya btw selain SBMPTN kita juga ngerasain proses SNMPTN dulu, pengumuman nya tuh tanggal 9 Mei (mundur sehari dari jadwal yang sudah dicanangkan), aku dari awal emang sudah pasrah sih soalnya aku Cuma pernah ranking kelas sekali aja, padahal temen2ku yang milih ITB rata-rata mereka yang menduduki singgasana rangking paralel dan pengoleksi piagam2 bernilai jual tinggi. Ya yang namanya cita-cita tetep kan harus digantungin walau apapun yang menghadang. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan aku sengaja membuka hasil pengumuman itu sendirian tanpa mengajak orang tua. Yappay, pukul 13.00 pengumuman sudah bisa diakses, setelah seharian berdoa dan bersuci aku siap menerima bagaimanapun kenyataannya. Hitung mundur, Tiga, Dua, Satu, Noool, aku pencet submitt di website SNMPTN dan,,,, “Maaf, Anda dinyatakan tidak lolos........”, suasana hening seketika, keringat dingin bercucuran, dan langit tiba2 berubah menjadi mendung, hujan gerimis pun mulai turun. Aku terbaring meratapi langit2 kamar yang semakin suram dan kelabu. Memang sih aku udah siap menghadapi berbagai konsekuensi yang ada, tetapi tetep yang namanya rasanya ditolak oleh suatu instansi apalagi yang udah didambain sejak lama tentu rasanya nyesek banget ketimbang ditolak oleh gebetan. Orang tuaku memang sempat bertanya perihal pengumumanku, dan mereka tidak sedih dengan hasil tersebut, mereka senang karena sudah menilai usahaku selama ini, dan mereka yakin bahwa aku tetap bisa menggapai asa. Namun tenang, setelah meminum sebotol Big Cola rasa lemon dan menonton film di laptopku akhirnya naga kembali bangkit memancarkan magma penuh determinasi dan ambisi. Memang cukup banyak teman-teman dari SMA ku yang keterima SNMPTN, namun ITB hanya mengambil empat orang terbaik. Dan aku masih harus banyak berjuang lagi untuk pertarungan terakhir dan sesungguhnya di pentas SBMPTN tertanggal 31 Mei 2016.
Alhasil aku langsung menjalankan aktivitas seperti biasanya dengan mulai belajar, mereview materi dan mencoba banyak latihan soal, yang mana aku juga membeli buku latihan untuk SBMPTN yang ukurannya lumayan untuk membunuh seekor tikus. Kini kesempatanku satu-satunya tahun ini untuk tembus ITB tinggal SBMPTN mengingat di ITB tidak ada jalur mandiri dan tentu aku tidak ingin mengulang tahun depan karena hanya akan membebani orang tua dan merugi dalam usia. Oke masih ada 21 hari lagi menuju medan perang, pertarungan belum berakhir, masih ada kesempatan untuk berbenah, mengasah kapak, mengisi mesiu senapan dan merajut impian. Mari angkat sauh sisingkan lengan bahu, kibarkan bendera merah perjuangan.
Grafik-grafik terus terhampar di tembok-tembok kamarku, pemetaan-pemetaan lawan dan ringkasan materi yang bisa kubaca sebelum terlelap dan slogan-slogan motivasi agar pantang untuk mundur ku pampang dengan gagahnya di setiap sudut kamarku. Update perkembangan harian dan nilai hasil try out ku setiap minggu alhamdulillah relatif naik, kurasakan angin kemenangan nampaknya mulai berhembus ke arahku. Btw, aku di minggu terkahir sebelum SBMPTN sempat shock karena hasil try out terakhirku cuma 28% an, disitu aku benar-benar merasa khawatir dengan soal-soal penuh kejutan yang ada di peperangan nanti. Harap-harap cemas dan menerawang peluang lolos, aku masih sanggup. Kuputuskan untuk menuliskan SAPPK ITB di pilihan 1 (estimasi PG : 49%), SITH-R ITB pilihan 2 (estimasi PG : 43%), dan Fisika UB di pilihan 3 (estimasi PG : 35%), aku pilih SAPPK sebagai target utama setelah pertimbangan bakat minat kepribadian dan planning karir, SITH-R ITB, karena memang ada sedikit ketertarikan dengan dunia pengembangan pertanian bangsa, dan masih bisa kuliah di ITB nya. Sedangkan Fisika UB kutaruh sengaja kutaroh di pilihan 3 dengan pertimbangan ilmu murni dan kampus yang dekat menjadikan jikalau diterima di pilihan 3 aku masih bisa banyak belajar ilmu-ilmu eksak murni yang bisa menjadikanku lebih matang ikut SBMPTN tahun depan, data PG juga ga terlalu tinggi amat sih.
Akhirnya tibalah malam sebelum peperangan, tertanggal 30 Mei disaat teman-teman yang sudah diterima SNMPTN sedang sibuk untuk mempersiapkan daftar ulang di tempat impiannya masing-masing aku iseng-iseng membuka akun instagaramku, buka akunnya zenius education dan nonton video2 pesan-pesan terakhir dari para tutor2 zenius yang extremely kece. Ada bang Wisnu, Kak Wilona dll. Memberi wejangan sebelum berangkat ke medan pertarungan. Tetaplah rilex dan sekarang bukanlah saatnya buat belajar, sekarang waktunya santai-santai, menikmati indahnya malam, nonton film kumpul bareng, tapi tetep inget tidur jangan malem-malem biar besok bener-bener powerfull to glory . Alhasil aku nonton anime One Piece yang udah lama ga kutonton pasca “tragedi” Unas berdarah silam. Lepas itu aku langsung kembali mengecek kembali peralatan-peralatan terakhirku seperti alat2 tulis, kartu peseta, peta ruangan ujian dan tak lupa berdoa.
Fajar menjelang, butiran sinar raja siang menyembur genting-genting rumahku. Yosh udah seger abis mandi dan sholat subuh, jangan lupa menghabiskan seluruh ampas dalam tubuh biar nggak kebingungan waktu perang nanti, lanjut teros sarapan. Tinggal berangkat menuju panlok yang kebetulan bisa kutempuh dengan jalan kaki. Akhirnya aku berpamitan dengan kedua orang tuaku dengan penuh harapan dan doa disertai uang saku. Aku berangkat pukul 06.10, namun nampaknya tempat sudah sesak penuh oleh peserta lain yang sudah terlebih dahulu menghuni kota ini sejak jauh-jauh hari. Nampak wajah2 penuh kecemasan ketakutan serta kedinginan dari beberapa yang kutemui. Aku harus tetap tenang, tidak boleh gegabah. Aku langsung mencari tempat duduk sesuai nomor peserta dan menunggu instruksi lebih lanjut sembari berdoa dan bersenandung kecil.
Akhirnya panitia memberikan instruksi dan mulai membagikan naskah soal, aku tetap tenang menerimanya tanpa membukanya sebelum ada instruksi selanjutnya, karena khawatir didiskualifikasi. Akhirnya peperangan dimulai, langsung aku buka bagian TKPA yang TPA karena aku inget saran Bang Sabda, kerjain yang elo paling kuasai secepat mungkin. Pola TPA nya emang waktu itu beda kayak latihan-latihan ku biasanya, namun kembali disini kekuatan konsep dan pengaruh pola pikir yang di asah oleh Xpedia emang yang menjadi pembeda. Alhasil kendati polanya beda-beda tetep aku bisa lumayan lancar buat ngerjainnya. Lanjut aku mengerjakan bagian Bahasa Indonesia, memang kebanyakan orang nganggep susah Bahasa Indonesia karena dirasa jawabannya ambigu dan ga pasti. Namun menurutku asal kita tau triknya gerjain soal-soal bahasa bisa tuh diakalin, mulai memindai cepat, nyari kalimat penting, garis besar, alternatif peluang jawaban dll. Setelah itu aku ngerjain Matdas, dengan pendekatan banyak dari cara-cara zenius aku bisa jawab sekitar 9 soal dari 15 soal, terus Bahasa Inggris sekitar 7 aja karena aku emang agak lemah di Bahasa Inggrisnya.
Berkesudahan pula ronde pertama SBMPTN, ada waktu sedikit istirahat untuk turun minum meregangkan sendi-sendi yang tegang dan kaku, meraut persenjataan serta menghela napas. Datanglah kini musuh yang lebih kuat yakni TKD, disini benar-benar ajang pembeda antara mereka yang memiliki persiapan berperang dan tidak, antara mereka yang tekstual dan konseptual. Oke kuangkat pedangku pensil 2B ku dan dengan memindai cepat kuamati bentuk2 soal secara menyeluruh dan kulihat hampir semua soal mempunyai bobot kesulitan yang sama sehingga aku tetap menggunakan metode untuk mengerjakan dari ilmu yang paling aku kuasai dulu, yaitu dengan urutan fisika (terjawab 13 soal), Biologi (terjawab 12 soal), Mat Ipa (terjawab 7 soal), dan Kimia (terjawab 9 soal). Peluit panjang pun dibunyikan, diikuti seluruh peserta semua meletakkan pensil masing-masing. Selepas itu aku langsung merangkak berjalan pulang dengan penuh kelelahan.
Oh iya, selain SBMPTN aku juga mengikuti seleksi lain, yaitu UTUL UGM yang diselenggarakan tanggal 5 Juni 2016, aku memilih prodi Perencanaan Wilayah Kota dan Geofisika. Tempat tesnya ada di Yogya yang akhirnya aku harus ada pengorbanan dulu untuk pergi ke sana. Setelah aku ngerjain dengan metode seperti SBMPTN, aku menyimpulkan bahwa soal UTUL lebih mudah ketimbang SBMPTN, sebenarnya aku mengikuti UTUL hanya karena supaya ada cadangan saja bila kemudian Nauzdubillah SBMPTN gua ga lolos -____-.
Okedeee, peperangan sudah berakhir, kini tinggal berpesta berdoa dan menunggu hasil. Sedikit curhat gapa nih ya, sekitar seminggu setelah UTUL aku jatuh sakit, tulang-tulangku serasa nyeri sekali. Di Malam hari aku tidak bisa tidur karena tangan dan kakiku terasa sangan linu, Aku sering meraung kesakitan di waktu malam hingga membangunkan tetangga. Lambat laun kulihat di sela-sela lutut dan jemariku nampak beberapa benjolan yang sepertinya menjadi sumber rasa nyeri, setelah diperiksakan ke dokter aku divonis terkena penyakit arthritis (radang sendi), kadar asam urat ku sangat tinggi. Dokter mengatakan bahwa penyebabnya adalah kurangnya olahraga (gerak) dan sering terkena suhu dingin, kurang tidur malam. Yap semenjak persiapan SBMPTN aku memang tak pernah berolahraga, dan tidur terkadang larut malam serta belajar dini hari. Beruntung atas resep dokter dan terapi olahraga ringan tiap hari aku akhirnya pulih seminggu kemudian. Yah begitulah efek dari perjuangan menegakkan ikrar sumpah ganesha...
Dengan segenap perjuangan dan tumpah darah akhirnya tibalah hari yang dinanti-nantikan para segenap pemimpi dan rekan-rekan seperjuangan lainnya. Yakni pengumuman tanggal 28 Juni aku menghamparkan laptop di ruang tamu, mengajak kedua orang tuaku turut menyaksikan detik-detik berharga ini, sebuah momen yang akan mengubah banyak hal dalam sisi-sisi kehidupan keluarga ini. Bapak di kiriku dan ibu di kananku, setelah kami bertiga berdoa bersama-sama sembari memegang tubuhku, dengan perlahan-lahan kubuka tombol submitt pengumuman, kakakku yang ada di kamarpun ikut tegang dan terdiam. Tiga, duaah, sattuuuh, duaar, “Selamat, Anda dinyatakan lolos SBMPTN 2016, Program Studi dimana anda diterima adalah : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, kampus ganesha....”. Alhamdulillaaaah, ribuan puji syukur ku hanturkan kepada Tuhan sebesar-besarnya, aku menangis bahagia di siang yang suasananya gerimis rintik itu aku memeluk ibuku dan bapakku, ini semua seperti mimpi dan sayangnya ini ternyata bukanlah mimpi, ini nyata. Yay, Aku sekarang resmi jadi anak ITEBEEEH Everibadeeeeeeh..... . Mungkin karena jeritan histerisku hingga beberapa teman kakakku yang ada di beranda rumah turut menanyakan apa yang terjadi sebenarnya, hehehe.
Tangis kebahagiaanku usai bersamaan dengan hujan yang berhenti turun, senyumku terkembang bersamaan dengan pelangi yang mulai terhampar. Hari itu benar-benar hari bersejarah dalam hidupku setelah hari kelahiranku sendiri. Yap aku benar-benar merasakan hukum alam bahwa siapa yang kuat yang akan bertahan dan yang lemah akan tersingkirkan, ini baru awal dari semuanya. Beginilah proses , usaha memang tidak akan menghianati hasil. Seharian hingga malam aku tidak bisa menahan kegembiraan ini, aku insomia walau tidak mengkonsumsi pil minyak ikan. Esoknya Ibuku membuat acara syukuran dengan membagi-bagikan makanan kepada tetangga dan saudara. Dengan cepat berita ini menyebar ke seantero kampungku, memang, di wilayahku tak banyak anak yang bisa mengenyam pendidikan sarjana, terlebih menembus ke PTN favorit seperti ITB. Alhasil seminggu itu aku menjadi buah bibir warga RW 02. Aku bersyukur bisa turut berkontribusi menyebarkan kabar baik untuk warga-warga ini.
Terlepas dari semua lautan kebahagiaan itu, aku benar-benar berterima kasih kepada kedua orang tuaku yang rela membiayai seluruh perjuangan ini, yang senantiasa mensupport serta ada di saat aku sakit dan bahagia, tanpa kalian aku tak akan merasakan semua sejarah emas ini Pak, Bu. Juga pada Habib-Senpai yang pertama kali mengenalkan program zenius learning dan revolusi belajar dari Xpedia yang luar biasa efeknya, Plus tak lupa para pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa dari tutor-tutor keren zenius, Bang Sabda P.S. , Bang Wisnu, tutor kimia, fisika, biologi, TPA, Bahasa yang aku belum mengenal namanya namun jasa kalian terhadap revolusi berpikir generasi baru negeri ini benar-benar luar biasa, merombak kebodohan, perangi keputus-asaan. Mengukir cita-cita, mewujudkan asa anak negeri demi pendidikan dan kemajuan bangsa. Serta tak lupa rekan-rekan (Dani, Santos, Diki, Rosda, Lula, Agis dll) dan para guru LBB yang setia menemani pagi perjuanganku hingga kita sekarang sama-sama menyongsong dunia baru. I am coming Kampusss Gajaahhh!!!!. For all of you, aku bener-bener ngucapin terimakasih yang sebesar-besarnya. U Are de Real MVP. Teruslah melaju, tetaplah berkarya, Jayalah selalu Zenius......



 Dan ini dia partner perjuangan sekaligus booster biar bisa tembus ITB, Plus sama member zenius club dan net nya
 

Ini Gue waktu ikutan acara Ganesharing Day, sekalian masang Jasnya biar aroma perjuangannya bener2 kerasa
Nih Si Habib-Senpai, Awal kali ku mengenal Xpedia dari beliau




               

Kamis, 30 Juni 2016

They Are Coming Again


Tahun ini Ramadhan akan segera pergi, yap Bulan berlimpah pahala ini benar-benar agak berbeda dengan Ramadhan2 tahun lalu. Tahun ini terasa lebih gersang dan hambar, sukar kuungkapkan dengan kata-kata. Aku merasa belum bisa benar-benar optimal di Ramadhan tahun ini. Astahgfirullahaladzim, lantunan decak istighfar sering mengiangi batinku kala fajar dan senja menjelang.
Beberapa waktu yang lalu sepulang dari Bandung, kulihat daun-daun itu mulai menggulung, menguning meninggalkan cukup banyak lubang di permukaannya. Barangkali ulat mulai menggerogotinya.
Memang cukup mencekam suasana sore hari kala itu, bundaran alun-alun Kota Malang yang kulewati tiap hari. Kulihat disana banyak rakyat menjual bendel lembar uang2 kecil yang sudah ter-packing untuk ditukar dengan rupiah yang lebih tinggi nilainya. Uang2 yang nantinya akan digunakan untuk menggembirakan bocah-bocah kecil di Idul Fitri.
Sekitar satu kilometer dari bundaran tersebut, kulihat lampu berwarna merah, deru knalpot mobil dan motor yang berselingan memutar otakku untuk menghidar dari kemacetan lampu merah. Namun aku terhenti sejenak, beberapa bocah kecil dengan raut wajah mlas dan baju yang amat lusuh menghampiriku, mengelap kaca depan motor dan sein nya. Lima detik berselang bocah tersebut meninggalkan pandanganku dengan senyum kelelahan. Rupanya dia tidak sendirian, dia ditemani beberapa timnya mencoba mengais untung dari modal kemucing bulu dan kain lap yang tampak usang diterpa debu jalanan. Lampu menunjukkan angka empat, aku langsung meninggalkan ladang mereka dan kembali.
Semburat angin menerpaku ketika kembali pulang, suasana jalanan memang ramai kala itu karena menjelang buka puasa, guna mempersingkat waktu akupun mengambil jalan pintas melewati jalan dalam Universitas Negeri Malang, raut wajahku kurancang ramah agar petugas penjaga gerbang masuk mempersilakan langsung lewat tanpa memeriksa.
Dalam diriku berpikir mungkin aku tidak bisa dengan penuh kebahagiaan menikmati Idul Fitri tahun ini, maaf Tuanku, beberapa hari ini aku gagal dalam bimbinganMu Tuan. Sembari bersiul-siul aku memilih jalan agak memutar keluar karena sudah lama tak kulewati jalanan tersebut, gedung Fak, teknik dan perpustakaan nampak amat sepi dengan dedaunan berserakan dan kaca yang tidak dibersihkan.
Angin sore itu amat kencang, aku sebenarnya juga tidak terburu-buru pulang. Hanya saja memang jalan tersebut tersasa berbeda dengan kondisi saat aku masih 10 tahun yang lalu ketika tiap sore aku sering mencari buah ceri dengan Al-Fath di pinggiran trotoar. Hal tersebut nmenjadikanku akhirnya melambatkan laju mesin dan menikmati pemandangan sekitar, kutoleh kanan maupun kiri. Jalanan tersebut nampak sangat sepi ditinggal para mahasiswa yang sudah selesai mengenyam UAS dan pulang ke kampung halaman. Beberapa saat dari gedung FMIPA kulihat banner hijau seakan menyapaku dengan sinis dan membingungkan "Apa kabar Bu, Masih ingat Saya..." akupun terpejam, aku tak bisa melihat sekelilingku. Berapa kalipun aku mencoba membuka mata yang kulihat hanya bayangan merah dan putih, Baka, mimpi macam apa ini?. Aku pun memutar jalan menuju jalan utama semakin deras laju motorku pandanganku mulai jelas, namun disamping kanan jalan utama tersebut kulihat LCD besar sedang menyiarkan iklan sebuah produk minuman dan makanan suguhan lebaran dengan animasi yang mengingatkanku akan masa-masa kelam. Aku sejenak berpikir pasti ada seseorang dibalik semua ini, dan aku menyadari siapa orang tersebut. Aku terhenti, terbelalak melihat animasi tersebut, tubuhku terseok-seok memandangi tubuh iklan produk rekayasa tersebut. Kurang ajaar, disitu banyak orang yang kukenal, orang-orang baik yang lama bersamaku. Mereka memerankan produk iklan tersebut dengan professional, dan salah seorang dari mereka terekspose cukup lama, aku benci iklan itu, bukan dari produknya, namun dari proses cara menyampaikannya. Serasa semuanya pernah kuketahui dan insiden berdarah semester lalu itu, hemmm aku yakin pasti dia lagi pelakunya. Aku tidak punya channel lain selain orang itu. Astaghfirullah, ternyata dia masih ingat dan aku terbujur kaku di rerumputan depan lapangan Jalan Cakrawala. Orang ituu... kini semakin besar dan kuat, rambutku kian bergetar.
Langit mulai gelap, gemuruh halilintar bersahutan menandakan malam ini akan turun hujan. Tahun lalu orang itu melenyapkan seluruh planning ku, merampas benang-benang penghubung masa depanku dan dengan kemampuan stringnya mengendalikan orang-orang disekitarnya agar mau mengikuti jalannya. Saat itu aku tak tahu harus berbuat apa. Namun memang saat itu gerbang dunia baru belum terbuka, dan beberapa kru lain masih membantu pertarungan malam saat itu dengan penuh luka. Kapten bahkan tidak tidur selama dua hari membantuku merancang strategi yang pas utnuk setidaknya meredakan amarah seorang monster yang sedikit kuusik haknya, BAHH, apanya yang hak???, dia bahkan hanya memegang kendali dari belakang dengan tawa kejahatan dan kaca mata kekiniannya.
Memang benar saat itu aku menjalin aliansi dengan para pemuda Biru Timur yang banyak memberi wejangan dan perlawanan internal dan alhamdulillah cukup efektif.
Januari pertengahan, kami gencatan senjata. perang mereda. Kemenangan masih berpihak pada kami. Mosnster tersebut lari tak berbekas, jejaknya hilang diterpa teknologi. Raut ekspresinya lenyap terkena Beam dari bosnya sendiri. Dan tentunya kerusakan terbesar timbul dari hemmm, yap benar sekali, produk SMILE yang sudah tidak lagi mempercayai tetek bengek kelicikannya. Pabrik SMILE pun kini kucoba bangun dengan penuh rasionalitas meski hal tersebut amat sukar.
Namun suasana sore itu sangat berbeda, orang itu, monster itu kembali datang. Aku yakin persenjataanya lebih mutakhir dari dia yang kutemui terakhir kali. Tentu dengan perencanaan perang yang lebih matang. Meyakini para Rookie hanyalah bocah kemarin yang keberadaanya harus dihapuskan.
Indikasinya jelas, menciptakan suasana kelam dan keterpurukan secara kompleks dan multidimensi serta pengambil alihan keyakinan pabrik yang dulu diinginkannya. Menakutkan sekali, aku sudah bisa mengabstrasikan rencana mengerikan tersebut. Mengambil kembali produk SMILE dari SAD dan kelompok reformasi agar bisa merapat ke peraduannya.
Sore itu aku benar-benar dalam ketakutan yang luar biasa. Benar-benar mencekam, monster tersebut kembali datang, kini aku bingung harus melawan lagi karena persediaan energi sudah habis. Lewat pow miliknya, aku tak bisa bertindak lagi, langkah kini tak bisa kugerakkan. Akhirnya aku cuma bisa terlempar dengan tangan hampa.
OII KHIDD !!!, tetap rasional kawan, semua butuh proses dan perencanaan, mungkin sore itu aku cuma bisa lari dengan berbasah keringat. Namun setelah timeskip ini, semua akan berakhir..........

Jumat, 24 Juni 2016

Contoh Laporan Pertanggungjawaban Pengurus

Setiap anggota organisasi menjalankan tiap fungsinya masing-masing dengan semestinya. Ada Ketua sebagai eksekutif kebijakan, wakil yang menopang kekuatan, Sekretaris yang melaporkan serta notulen program serta Bendhahara yang digdaya di keuangan organisasi.

Tentunya dalam setiap masa jabatan meninggalkan program dan pengabdiannya masing-masing. Berkaitan dengan hal tersebut tentu diperlukan adanya pertanggungjawaban dan kejelasan akan operasional dan teknis serta dinamika yang telah terjadi. 

Berikut ini adalah contoh yang bisa dijadikan bahan belajar untuk membuat laporan pertanggungjawaban sederhana bagi rekan-rekan sekalian.

"Setiap langkah adalah pertanggungjawaban, dan pertanggungjawaban menjadikan pribadi semakin sempurna"





  

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN







KETUA BADAN DAKWAH ISLAM SMPN1 MALANG
MASA BAKTI 2012






KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala puja dan puji kepada Allah SWT yang selalu memberi kita nikmat dan karunia berupa kesehatan sehingga kita semua dapat bertemu dalam pelaksanaan forum Badan Dakwah Islam (BDI) SMPN1 Malang.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan kita dalam menempuh kehidupan ini, pemimpin terbaik umat manusia yang pantas kita contoh dan diikuti jalan hidupnya. Kepada para Sahabat dan Keluarga Beliau, serta Ulama dan hamba-hamba yang selalu setia mengikuti ajaran Beliau, semoga kita semua mendapatkan syafaatnya di hari kiamat kelak,amin.
Pembina dan anggota Badan Dakwah Islam yang saya muliakan,
11 bulan yang lalu, tepatnya bulan Januari 2012 saya diangkat dan diamanahkan menjadi Ketua BDI periode 2012. Amanah tersebut saya terima dengan penuh tangung jawab. Kemudian saya beserta teman-teman Pengurus BDI. Beserta pengurus inilah saya berjuang dan berproses untuk menjalankan amanah selama satu periode kepengurusan kami. Banyak hal yang kami hadapi, baik suka maupun duka. Adanya rintangan, hambatan, dan tantangan tidak membuat kami berhenti untuk melaksanakan amanah ini, justru semakin membuat kami bersemangat untuk selalu berproses bersama BDI. Hal itu terjadi karena kami ingin menjadikan BDI sebagai organisasi yang professional dan tetap eksis serta mengembangkannya sesuai kemampuan kami.
Pembina dan anggota Badan Dakwah Islam yang saya muliakan,
Kami sadar bahwa apa yang kami cita-citakan dan kami wujudkan dalam bentuk program kerja tidak akan ada artinya dan tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan tanpa adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, izinkan kami memberikan penghargaan yang setinggi-tinginya dan ucapan terima kasih kepada:
1. Pembina Badan Dakwah Islam (BDI) SMPN1 Malang.
2. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN1 Malang.
3. Staff pengajar Agama SMPN1 Malang, terkhusus staff pengajar agama islam.
4. Para Alumnus Badan Dakwah Islam (BDI) SMPN1 Malang.
5. Seluruh Anggota Badan Dakwah Islam (BDI) SMPN1 Malang.
6. Pihak-pihak dan lembaga-lembaga lain, serta perseorangan yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu.
atas segala bentuk kerjasama dan partisipasinya selama masa kepengurusan kami. Semoga semua itu akan dicatat sebagai suatu amal ibadah, amin.
Pembina dan anggota Badan Dakwah Islam yang saya muliakan,
Telah menjadi kewajiban kami untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara struktural kepada forum BDI. Laporan pertanggungjawaban ini kami susun secara deskriptif sebagai hasil kerja optimal kami sebagai Pengurus BDI periode 2012.
Besar harapan kami laporan pertanggungjawaban ini dapat dikritisi dan dievaluasi secara obyektif, rasional dan argumentatif, serta memiliki akuntabilitas intelektual yang tinggi, sehingga forum ini dapat menjadi ajang pencarian solusi secara kreatif dan inovatif terhadap permasalahan-permahalahan yang ada didalam BDI.
Pembina dan anggota Badan Dakwah Islam yang saya muliakan,
Izinkan saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua rekan Pengurus BDI periode 2013 atas segala dedikasi, loyalitas, kerja keras, kesabaran dan ketabahan serta pengorbanan baik secara moril maupun materiil untuk menjalankan amanah sebagai Pengurus BDI sampai akhir masa jabatan. Ini akan menjadi kenangan manis di hati kita semua dan tidak akan terlupakan seumur hidup kami.
Sebagai manusia biasa saya memohon maaf kepada forum yang mulia ini, jika selama masa jabatan saya banyak hal yang belum tercapai dan masih banyak kekurangan-kekurangannya.
Akhirul kalam, kami berharap laporan pertanggungjawaban kami dalam musyawarah anggota ini dapat diterima dan memberikan manfaat bagi kemajuan BDI. Dan hanya kepada Allah kami berserah diri atas segala urusan.
Jayalah selalu BDI!!!!!
                                                                                                  Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.
                                                                                                                        Malang,  2012
                                                                                                           
    Pengurus BDI 2012


Ruhkhis Muhtadin
                                                                                                                        Ketua


                                                         SUSUNAN PENGURUS
                                                       BADAN DAKWAH ISLAM
                                                            SMPN 1 MALANG
                                                              PERIODE 2012



Ketua
Ruhkhis Muhtadin
NIS: 13999

Wakil Ketua
Amiratur Rosyadah
NIS: 13887

Kesekretariatan
Inayatus Sya'banil Ma'sumatil Ilmiah
NIS: 14167
Alif Raudhah Husnul Khotimah
NIS: 13996

Bendahara
Almaretha Mevia Azizah Putri
NIS: 14161
Athena Ilda Novianti
NIS: 14185

Dep Dakwah
Zubair Al-Haitsami
NIS:14231
Jundy Yahya Firmansyah
NIS:14379

Dep PHBI
M. Hanifan Kurniawan
NIS: 14127
Ifayanti Aisyah
NIS: 14319

Dep Multimedia
Ananda Iswantara
NIS: 14781
Yulinida Nurul Syifa’
NIS: 14198

Humas
M. Fadhil Firdausy
NIS:13891
Hayyu Rafinha Sanjaya
NIS: 13911



LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
KETUA BADAN DAKWAH ISLAM SMPN1 MALANG
PERIODE 2012

I. PENDAHULUAN
Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT karena hanya dengan rahmat-Nya-lah kami bisa menjalankan amanah sebagai pengurus BDI periode 2012 hingga akhir masa periode kami. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para Nabi dan Rasul, kepada para Sahabat dan Keluarga Beliau, serta para Ulama dan hamba-hamba yang selalu setia mengikuti jejak Beliau, semoga kita semua mendapatkan syafaatnya dihari kiamat nanti, Amin.
Presidium sidang dan peserta Musyang BDI yang saya muliakan,
Siswa sebagai aset vital bagi kemajuan bangsa merupakan sekumpulan manusia yang sedang berproses dan sedang ditempa untuk mencapai kedewasaan, jati diri dan kematangan pemikiran. Meskipun tugas utama siswa adalah mengikuti kegiatan akademis dengan baik, penting juga bagi siswa untuk beraktualisasi dalam suatu keorganisasian karena organisasi dapat digunakan sebagai sarana untuk berproses dan bekerja sama dengan berbagai pihak yang nantinya akan digunakan dalam hidup bermasyarakat. Salah satu organisasi di lingkungan keagamaan SMPN1 Malang ialah Badan Dakwah Islam(BDI), yaitu organisasi yang beranggotakan siswa-siswa agamis yang senantiasa berperan aktif dalam mewarnai kegiatan di SMPN1 Malang.
Alhamdulillah, alhamdulillah hirobbilalamin, kami selaku pengurus BDI periode 20012 telah menyelesaikan periode kerja kami selama kurang lebih 11 bulan. Suatu periode yang lebih sedikit dari periode yang lain karena merupakan masa transisi akibat adanya kebijakan dari pihak sekolah. Tepatnya dibulan Januari 2012, kami dilantik menjadi pengurus BDI periode 2012, meskipun adanya keterbatasan waktu, tidak membuat kami berputus asa dalam menjalankan amanah ini. Berdasarkan GBHK BDI, maka program kerja kami dititikberatkan pada konsolidasi internal siswa organisasi sekaligus juga mengembangkan BDI secara eksternal dengan ikut aktif di SMPN1 Malang.
II. KONDISI AWAL
Presidium sidang dan peserta Musyang BDI yang berbahagia,
Kondisi awal kepengurusan BDI periode 2012, jika diibaratkan dengan jenjang pendidikan dan jika kepengurusan BDI periode sebelumnya sudah sampai tingkat akhir, kami justru berangkat dari tingkat dua kembali. Hal ini dikarenakan, meskipun ada beberapa dari kepengurusan yang berasal dari pengurus BDI periode sebelumnya, tetapi sebagian besar kepengurusan BDI periode 2012 adalah siswa-siswa baru yang sebelumnya belum pernah masuk kepengurusan BDI.
Meskipun dengan kondisi demikian, tidak membuat saya berputus asa karena berdasarkan polling yang saya sebarkan dan berdasarkan analisa saya terhadap siswa-siswa SMPN1 yang aktif, saya melihat adanya antusias dan rasa ingin belajar keorganisasian yang cukup tinggi. Berikut ini saya sampaikan komposisi pengurus BDI periode 2012: Siswa angkatan 2010/2011 berjumlah 8 orang, angkatan 2011/2012 berjumlah 6 orang dan angkatan 2012/2013 berjumlah 8 orang. Jadi, total keseluruhan pengurus adalah 22 orang, jumlah yang cukup kecil untuk sebuah kepengurusan. Dari komposisi tersebut, terlihat bahwa sebagian pengurus adalah mahasiswa angkatan 2006. Hal ini saya lakukan agar dikepengurusan berikutnya, mereka, khususnya mahasiswa angkatan 2006, sudah siap untuk membuat BDI lebih maju lagi karena sudah mempunyai pengalaman dalam berorganisasi di BDI.
III. KONDISI INTERNAL
Presidium sidang dan peserta Musyang BDI yang saya banggakan,
Secara umum program kerja BDI periode 2012 dapat terlaksana dengan baik. Jika dalam prosentase, 84% program kerja yang kami susun sudah dilaksanakan meskipun kami akui masih belum optimal dalam pelaksanaannya. Jika melihat kondisi awal kepengurusan BDI, apa yang telah kami laksanakan adalah suatu peningkatan jenjang yang drastis. Semua ini dikarenakan adanya rasa tanggung jawab dan rasa ingin memajukan BDI yang sangat tinggi dari para pengurus. Selain itu, meskipun sebagian besar pengurus adalah siswa baru, semangat dan keinginan untuk belajar organisasi yang tinggi mereka pula, program kerja BDI dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya. Program kerja yang telah kami laksanakan diantaranya ialah program kerja yang sudah menjadi kegiatan atau agenda tahunan BDI seperti terbang Al-Banjari, pelatihan bersyiar, pelatihan pembacaan Al-Quran, pelatihan tartil dan qiraah, hafalan surat, buka puasa bareng, dll.
Kondisi internal BDI masih seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu masih kurangnya koordinasi pada beberapa bidang atau divisi, bahkan ada yang dalam satu bidang menunjukkan ketidakkompakkannya. Tetapi hal itu tidak membuat terhambatnya pelaksanaan program kerja, hanya pelaksanaannya yang kurang optimal karena kurang didukung oleh semua elemen. Kekurangkoordinasian antar bidang tersebut juga tidak berdampak pada kehidupan diluar organisasi, kekompakkan antar pengurus justru sangat hangat. Hal ini yang membuat tertutupnya kekurangan diinternal BDI. Kendala kami dalam melaksanakan program kerja yaitu, kurangnya rasa kepemilikan atau kurangnya partisipasi siswa dalam mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan BDI, baik untuk menjadi panitia ataupun menjadi peserta. Sebab, keberhasilan semua program kerja BDI tidak lain dan tidak bukan adalah karena dukungan semua pihak baik para civitas akademika agama maupun para pihak sekolah sendiri. Semoga ditahun-tahun berikutnya kondisi internal BDI akan lebih baik.
IV. KONDISI EKSTERNAL
Presidium sidang dan peserta Musyang BDI yang saya muliakan,
Meskipun kondisi internal BDI masih dalam level stagnan, justru kondisi eksternal BDI mengalami peningkatan, hal ini terbukti dengan banyaknya siswa lain yang mengatakan kegiatan BDI lebih kelihatan daripada ekskul yang lain, ada pula yang menginginkan dilibatkannya siswa jurusan lain dalam salah satu kegiatan BDI. BDI juga mendapatkan respon positif dari siswa angkatan baru, angkatan 2012/2013, dengan proses yang cukup cepat. Selain peningkatan kondisi eksternal BDI dilingkungan sekolah, kondisi eksternal BDI diluar sekolah juga mengalami peningkatan, terbukti dengan masih dikenalnya BDI dengan baik oleh pihak lain yang dulu pernah bekerjasama sehingga memberikan kemudahan bagi BDI dalam melakukan kerjasama lagi.
Semoga ditahun-tahun berikutnya kondisi seperti ini bisa lebih baik.
V. PROGRAM KERJA
Berikut merupakan program kerja kami selama masa kepengurusan lengkap dengan pendeskripsiannya, antara lain :
            -Jangka pendek:
- Pelatihan pembacaan Al-Quran.
- Pelatihan bersyiar.
            -Jangka panjang:
- Hafalan Al-Quran.
- Terbangan Al-Banjari.
- Pelatihan tartil dan qiraah.
VI. REALISASI
- Pelatihan pembacaan Al-Quran :
   Ø Tujuan : menjadikan anggota BDI lebih menguasai konsep membaca Al-Quran dengan baik                              dan benar.
  
Ø Sasaran : seluruh anggota BDI.
  
Ø Waktu : ketika kegiatan BDI bergulir.
  
Ø Gambaran realisasi : pembacaan Al-Quran dilaksanakan dengan tertib dan kompak,                                                    dikomandoi oleh pembina namun, para siswa kurang bisa menirukan apa                                                yang telah dicontohkan oleh pembina.
  
Ø Respon/ hasil : pelaksanaan Pembacaan Al-Quran dapat berjalan lancar dan baik sesuai                                           contoh pembina, walau terkadang masih kurang tertib.
  
Ø Hambatan : para anggota terkadang masih sukar memahami tata cara membaca dengan baik                              dan benar, namun begitu program ini dapat terealisasi dengan cukup baik.
  
Ø Saran : diharapkan para anggota BDI memperhatikan dengan baik apa yang telah                                          dicontohkan oleh pembina dan tidak mengulang kesalahan dua kali.
 - Pelatihan bersyiar :
  Ø Tujuan : menjadikan anggota BDI memahami kaidah-kaidah melakukan syiar dengan lugas                              dan efisien, serta melatih kondisi emosi ketika melaksanakan syiar.
  Ø Sasaran : seluruh anggota BDI.
  Ø Waktu : ketika kegiatan BDI bergulir.
  Ø Gambaran realisasi : para anggota melakukan latihan syiar pada anggota lain, tata caranya                                                   ditinjau oleh pembina dan anggota menyimak dengan saksama.
  Ø Respon/ hasil : pembina dapat membenarkan kekurangan di pihak penyiar, anggota lain tidak                                    hanya sekedar mendengar tetapi, juga dapat mengambil amanat dari syiar                                             yang tersampaikan.
  Ø Hambatan : terkadang kesalahan-kesalahan yang sudah dibenarkan pembina diulang kembali,                               juga kurang tanggap dan perhatiannya anggota lain ketika menyimak syiar.
  Ø Saran : diharapkan peforma penyiar berbanding lurus dengan konsep-konsep bersyiar yang                           ada, juga mohon diperhatikannya kandungan syiar tersebut bagi anggota lain.
- Hafalan Al-Quran :
   Ø Tujuan : menjadikan anggota BDI lebih bisa mengakrabkan diri dengan Al-Quran, salah                                     satunya dengan hafalan surat-surat pendek.
  
Ø Sasaran : seluruh anggota BDI.

  
Ø Waktu : setiap saat.
  
Ø Gambaran realisasi : anggota menghafalkan per Minggu kira-kira target 5 ayat, pelaksanaan                                 dilaksanakan secara kontinu dan dapat merangkainya menjadi sebuah                                              hafalan yang baik dan benar.
  
Ø Respon/ hasil : anggota menjadi memiliki banyak hafalan surat dan dapat dimanfaatkan dalam                                     kehidupan sehari-hari.
  
Ø Hambatan : terkadang anggota banyak yang tidak menhafal di rumah, dan berhutang hafalan                                ketika kegiatan.
  
Ø Saran : diharapkan para anggota melaksanakan hafalan di rumah secara berkala dan kontinu                          sehingga program hafalan dapat terealisasi dengan tepat waktu.
- Terbangan Al-Banjari :
  Ø Tujuan : peningkatan kemampuan anggota untuk menyalurkan dakwah lewat bidang seni.
  Ø Sasaran : seluruh anggota BDI.
  Ø Waktu : ketika kegiatan BDI bergulir.
  Ø Gambaran realisasi : pembina mengajarkan teknik yang betul, lalu diikuti oleh anggota,                                         disamping itu pembimbing juga menyelaraskan teknik Al-Banjari dengan                                                   kolaborasi qosidahan.
  Ø Respon/ hasil : terbang Al-Banjari mengiringi suara lantunan qosidah dengan irama dan tempo                                  yang kontemporer dan selaras, sehingga nyaman untuk dinikmati.
  Ø Hambatan : penyelarasan kedua elemen ini cukup sukar karena disamping terbatasnya                    
                pembina, jam terbang kami untuk berlatih amat terbatas, mengakibatkan                                 program ini kurang bisa terealisasi dengan semestinya.
  Ø Saran : mungkin program ini cukup susah untuk tingkatan SMP, ditambah dengan minimnya                          jam terbang dan porsi latihan, juga sarana yang kurang memadai. diharapkan adanya                    tambahan waktu untuk berlatih dan perbaikan sarana di dalam progam ini.
- Pelatihan tartil dan qiraah:
  - Tujuan : membina para anggota agar dapat memiliki pegangan teknik tartil dan qiraah dengan                            sebaik mungkin.
  - Sasaran : seluruh anggota BDI.
  - Waktu : ketika kegiatan BDI bergulir.
  - Gambaran realisasi : para anggota dididik  oleh pembina dengan saksama, konsep dan teknik                                             ber-tartil dan qiraah dipegang mantap oleh anggota.
  - Respon/ hasil : dengan adanya pengarahan yang intensif para anggota dapat dengan mudah                                   menyerap ilmu dari pembimbing guna direalisasikan dalam tartil dan qiraah.
  - Hambatan : kurangnya jam terbang lagi-lagi menjadi alasan primer mengapa program ini                             kurang dapat menyentuh kata puas, disamping itu masih sulitnya anggota dalam                                   urusan olah vokal mungkin bisa menjadi alasan pendukung.
  - Saran : diharapkan para anggota menluangkan sedikit waktu untuk berlatih mandiri, berupa                            olah vokal, teknik baca, lafal, dll, mungkin bisa menjadi penawarnya.





VII. REKOMENDASI
Presidium sidang dan peserta Musyang BDI yang saya hormati,
Perubahan menuju kondisi yang lebih baik mutlak diperlukan demi kemajuan BDI di tahun-tahun berikutnya. Oleh karena itu, ada beberapa rekomendasi yang perlu dilakukan oleh kepengurusan selanjutnya diantaranya yaitu semakin ditingkatkannya koordinasi antar bidang, perbanyak kegiatan BDI, waktu kegiatan diagendakan dengan matang, diusahakan setiap kegiatan selalu ada pertanggungjawabannya, lebih diintensifkan koordinasi BDI dengan pihak sekolah, pergunakan fasilitas dengan sebaik-baiknya, buatlah kegiatan yang mengarah kepada akademis dan atau sosial, tingkatkan keeksistensian di SMPN1. Selain itu, dibutuhkan juga adanya rasa memiliki terhadap BDI, tidak hanya oleh pengurusnya saja melainkan juga oleh setiap anggota BDI sehingga semua kegiatan BDI dapat terlaksana dengan optimal karena adanya dukungan berbagai pihak.

VIII. PENUTUP
Presidium sidang dan peserta Musyang BDI yang saya muliakan,
Sebagai penutup, saya selaku ketua BDI mengucapkan terima kasih kepada pembina dan pihak-sekolah yang selalu mendukung BDI, rekan-rekan pengurus yang telah berjuang dan berproses bersama untuk melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya, dan semua teman-teman yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan BDI serta kepada semua pihak-pihak yang telah bekerja sama dengan BDI. Semoga kita semua dapat bekerjasama lagi di dalam kondisi dan tempat yang lebih baik lagi. Saya juga memohon maaf yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak atas segala kesalahan yang telah saya buat baik perkataan maupun perbuatan selama menjadi ketua BDI masa bakti 2012.
Teruslah Berjaya BDI!!!!!!!!!
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Malang, Nopember 2012
Ketua BDI 2012
Ruhkhis Muhtadin


Popular Posts

Blogger templates

Hak cipta hanya milik ALLAH. Diberdayakan oleh Blogger.

Komentar

Gunakanlah Bahasa yang santun dan bersifat membangun, terimakasih :)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Paling Dilihat